Tentu akan terdengar sangat berbahaya jika Anda mencoba untuk berinvestasi namun tanpa adanya sebuah perencanaan sebelumnya. Maka dari itu, semua trader perlu membuat rencana. Salah satunya yakni trading plan saham excel. Lantas bagaimana cara pembuatannya?

Mengenal Trading Plan Saham, Apa Pentingnya untuk Trader?

Jadi perlu Anda tahu terlebih dahulu bahwa trading plan saham merupakan kegiatan untuk merencanakan langkah sebelum benar-benar melakukan trading saham. Agar bisa membuatnya, seorang trader perlu menyusun daftar komponen penting dulu sebagai kompas saat transaksi jual beli.

Meski trading plan saham sangat berperan vital, namun ternyata banyak investor yang hanya sekedar ikut-ikutan justru tidak memiliki plan tersebut. Terlebih lagi akhir-akhir ini memang tak sedikit orang-orang hanya mengikuti fenomena tren saja atau biasa dikenal dengan istilah FOMO.

Mereka hanya iseng saja untuk ikut trading saham agar tidak ketinggalan saham. Jadi jangan heran apabila orang-orang seperti ini hanya merasa bingung dan tidak tahu langkah berikutnya. Terlebih lagi saat ini memang sangat banyak iklan di media sosial justru menjelaskan banyaknya profitnya.

Langkah-Langkah dalam Membuat Trading Plan Saham Excel

Salah satu perangkat yang bisa Anda manfaatkan untuk membuat trading plan saham adalah menggunakan excel. Banyak orang memilih software ini karena mereka merasa lebih mudah dalam pembuatan dan pengaplikasiannya ke dalam pasar saham secara real. Berikut cara membuatnya:

  1. Memasang Harga Pembelian Saham

Setelah Anda memilih saham yang menarik, selanjutnya adalah memasang leveli beli. Buatlah patokan pada harga berapa akan melanjutkan pembelian. Jangan sampai membeli hanya berdasar feeling saja. Bermain trading saham sangat memerlukan tingkat analisa kuat jadi hindarkan dari perasaan tersebut.

Jadi apabila harganya tidak sesuai dari rencana tersebut, Anda tidak akan membelinya. Misalnya harga saham X yakni Rp 2.500 per lembar. Sesudah menganalisa dan membaca grafik, Anda akan menemukan adanya peluang harga saham turun sehingga memasang harga pembelian di Rp 2.300.

  1. Memasang Harga Penjualan Saham

Tidak hanya memasang harga beli saja, Anda juga harus memiliki perencanaan kapan saham harus dijual. Apabila tidak menentukan level jual, nantinya akan kebingungan sendiri sehingga semua keputusan transaksi hanya berdasarkan atas perasaan saja dan menjadi kurang akurat.

Contohnya saja saat Anda membeli saham X sesuai dengan perencanaan harga yaitu Rp 2.300 per lembarnya. Setelah itu, pasanglah harga jual saham di tingkat Rp 2.550 dari hasil analisa. Hal ini bertujuan agar terjadi pembalikan arah dari level downtrend ke uptrend.

  1. Menentukan Strategi dan Memasang Jangka Waktu

Berikutnya, Anda juga perlu untuk menetapkan strategi dan jangka waktu trading. Pada umumnya, para trader biasa menggunakan strategi super trading. Misalnya membeli dan menahan selama 2 hingga 6 bulan. Alangkah lebih baik memilih saham berada di fase akumulasi pada sideways panjang.

Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan kondisi teknikal dan story menjadi pelengkapnya. Anda pun bisa menggunakan strategi swing trading yakni membeli dan menahan kurang dari 1 bulan. Metode ini hanya berfokus pada pergerakan dan teknikal candle daily.

  1. Mempertimbangkan Resiko dengan Langkah Cut Loss

Perlu Anda pahami bahwa trading tidak selamanya berjalan sesuai rencana. Kadang-kadang trading plan pun juga ikut meleset. Apabila hal seperti ini terjadi, maka sebagai trader pelu mengambil strategi berupa cut loss. Langkah ini yakni menjual saham dengan harga jual lebih rendah daripada harga beli.

Cut loss adalah strategi darurat yang bisa Anda ambil guna mencegah kerugian semakin besar karena harga saham terus menerus merosot. Sangat menjadi solusi bagi investor dan trader guna menjaga modal awal. Selain itu tentunya agar menghindari kerugian semakin membengkak dan membesar.

Ada beberapa langkah yang bisa Anda ikuti di atas dalam menyusun trading plan saham excel. Suatu rencana pada saat sedang trading adalah hal sangat penting. Mengingat bahwa jika trader tidak memiliki perencanaan justru hanya bingung dan tidak tahu langkah berikutnya akan melakukan apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *