Investasi saham sendiri merupakan salah satu bentuk investasi yang terasa sulit dan gampang menjadi satu. Agar lebih tahu bagaimana ilmunya, tentu akan terasa susah apabila Anda juga tidak memiliki keinginan dalam belajar. Penting juga mengetahui ciri-ciri saham yang cocok untuk trading harian.

Ciri-Ciri Saham yang Cocok untuk Trading Harian

Salah satu ilmu yang perlu Anda pelajari untuk terjun ke dunia investasi saham adalah mengetahui ciri-ciri saham bagus agar tidak salah beli. Hal ini karena pembelian saham emiten bagus sama halnya seperti memiliki mesin pencetak uang jadi tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

  1. Saham dengan Emiten yang Kebal Krisis

Ciri pertama untuk saham yang bagus dalam investasi harian adalah mampu mencatatkan kinerja positif walau ekonomi tengah krisis bahkan mengalami resesi. Jadi ketika saham lainnya tumbang, justru saham perusahaan incaran Anda tetap bertahan dan tidak mengalami penurunan sama sekali.

Anda bisa menelusuri hal ini lewat laporan keuangan perusahaan selama periode ekonomi yang sedang turun seperti halnya di tahun 1998 dan 2020 kemarin. Selanjutnya jangan lupa untuk membandingkan emiten satu dengan lainnya. Contohnya adalah INAF, KLBF, KAEF dan BSDE.

  1. Saham Emiten dengan ROE Tinggi

ROE atau return on equity merupakan tingkat pengembalian investasi. Setiap keuntungan adalah Rp 1000 yang mampu menghasilkan keuntungan bersih minmal sebesar 15% atau lebih dalam satu tahun sehingga bisa Anda mencobanya.

Sebenarnya ROE sendiri menjadi indikator paling mendasar pada analisis fundamental. Apabila ROE-nya bagus, maka kemungkinan besar juga dalam laporan keuangannya juga tidak mengalami banyak kemunduraan. Namun jika lebih rendah dari 15%, artinya perusahaan dianggap tidak menguntungkan.

  1. Saham Emiten dengan Peningkatan Laba yang Rutin

Berikutnya, ciri saham yang bagus untuk investasi harian bisa Anda lihat dari perusahaan tersebut mampu membukukan kenaikan laba bersih atau periode berjalan. Ini artinya mereka bisa memiliki sebutan lain sebagai wonderful company. Misalnya saja laba bersih dari periode 30 September 2020.

Selanjutnya Anda bisa membandingkan laba bersih per 20 September 2019 telah terjadi kenaikan. Begitu juga yang terjadi pada total ekuitasnya. Selain itu, emiten seperti ini juga seringkali membagikan dividen. Ini artinya, emiten tersebut juga mampu menghasilkan keuntungan bersih dengan rutin.

  1. Saham Emiten dengan Kredibilitas yang Baik

Ini artinya, emiten tersebut mempunyai pemegang dan pengendali saham yang baik sehingga menunjukkan bahwa perusahan ini memang berintegritas dan jujur. Alangkah lebih baik untuk menghindari pembelian saham emiten apabila track record-nya lumayan buruk dan telah tercoreng.

Anda harus menghindari perusahaan yang dulunya pernah terkena kasus maupun skandal meskipun terlihat mempunyai prospek bisnis bagus. Pasalnya bisa saja mereka masih memiliki oknum lain di dalamnya dan berpotensi untuk mengakibatkan kerugian pada pihak lain.

  1. Saham dengan Pergerakan yang Tidak Liar

Berikutnya Anda bisa melihat dari pergerakan saham tersebut. Sebenarnya naik turunnya harga saham memang tidak dapat terlihat secara drastis namun bergerak sewajar mungkin. Hal ini menandakan bahwa saham ini bersifat likuid dan seringkali menjadi pilihan orang-orang untuk transaksi.

Biasanya saham yang likuid seperti ini adalah saham lapis satu dan dua. Contoh pada saham lapis satu seperti BBRI, TLKM, UNVR, ICPB, GGRM dan BBNi. Sementara pada saham lapis dua misalnya  PWON, BSDE, BBKP, LSIP, AISA dan JPFA.

  1. Saham Emiten yang Memiliki Kapitalisasi Besar

Baik saham lapis satu maupun dua memang dinilai sebagai saham bagus untuk mempunyai kapitalisasi besar. Bahkan  nilainya bisa mencapai lebih dari Rp 500 miliar. Sementara jika kapitalisasi pasarnya di bawah nilai tersebut, mudah sekali menjadi permainan oleh bandar sehingga tidak begitu volatil.

Selain itu, saham emiten juga harus memiliki model bisnis yang jelas dan baik. Artinya perusahaan tersebut tahu arah pergerakan dan perkembangan untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Jadinya tidak terlihat buram dan abu-abu dari sudut pandang para investor.

Bagi Anda yang tertarik untuk mendapat keuntuingan dalam jangka pendek, maka bisa memperhatikan apa saja ciri-ciri dari saham yang cocok untuk trading harian. Tentu hal ini penting bagi mereka apabila ingin memperoleh laba secara maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *